Rabu, 31 Oktober 2018


Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus merupakan kegiatan awal bagi setiap peserta didik yang menempuh jenjang perguruan tinggi. Hal ini sangat dinanti bagi sebagian besar mahasiswa baru karena dalam kegiatan tersebut mereka akan mendapat pengalaman baru, teman baru, dan juga lebih mengenal lingkungan barunya. Menyikapi hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan 2018 mengadakan segenap acara dalam rangka kegiatan pengenalan lingkungan kampus utamanya pada jurusan Administrasi Pendidikan pada mahasiswa baru Administrasi Pendidikan 2018. Kegiatan tersebut dinamakan Training Management.
Training Management 2018 dilaksanakan pada tanggal 5 sampai dengan 7 Oktober 2018 di Coban Rais Batu. Dengan tema “Leads for a Better Future”, para mahasiswa baru Administrasi Pendidikan 2018 disuguhkan materi mengenai kepemimpinan, keorganisasian, dan tentunya solidaritas yang dilaksanakan melalui game berkelompok. Indra Bayu Nirwana selaku ketua pelaksana kegiatan Training Management 2018 ini menyatakan bahwa “tujuan diadakannya Training Management ini itu untuk sarana maba mengenal lingkungan barunya, mereka bisa belajar bagaimana kode etik menjadi seorang mahasiswa, dan pastinya untuk menambah rasa persaudaraan antar sesama”
Kegiatan tahunan ini sebenarnya juga dilaksanakan seminggu sebelumnya tepatnya pada tanggal 24 Oktober 2018 dimana kegiatan berlangsung di lingkungan kampus saja. Kegiatan pada hari itu diisi dengan materi yang disampaikan oleh dosen Administrasi Pendidikan dan juga presentasi mind map yang telah dibuat oleh peserta sebelumnya. Kegiatan demi kegiatan mulai dari Diklat Ruang hingga Diklat Alam telah dikonsep sedemikian rupa oleh panitia sehingga menghasilkan acara yang bermanfaat bagi Maba AP 2018. “Bagus panitianya, acaranya terstruktur, setiap kegiatan selalu ada sasaran dan tujuan. Jadi nggak cuma bikin kegiatan tapi gak tau itu buat apa” komentar dari Athala, ketua angkatan 2018 yang juga baru saja terpilih pada serangkaian kegiatan Training Management 2018.
Dalam kegiatan yang mengusung konsep learning camp ini, mahasiswa diajak untuk selalu berfikir kritis, aktif, kreatif dan inovatif yang diimplementasikan dari kegiatan brainstorming, pentas seni, tanya jawab di setiap sesi presentasi, game, serta kegiatan-kegiatan lain seperti membuat yel-yel atau makan bersama yang membuat rasa kekeluargaan semakin erat. “TM ini seru, bisa menghadirkan pengalaman yang baru dan berbeda dari sebelumnya. Karena disini kita nggak diajak buat have fun aja tapi juga gimana kita bisa displin dan berpikir positif gitu. Jadi bisa makin berkembang” ungkap Evanly, salah satu peserta Training Management 2018 yang juga merupakan Mister TM 2018. Selain itu, respon positif juga disampaikan oleh Miss TM 2018, Ria, yang sangat antusias untuk tetap menjadikan TM menjadi acara tahunan dari HMJ. “harus terus ada mas TM ini karna kan ya ini hanya satu kali selama jadi mahasiswa, apalagi dari sini bisa kenal kakak tingkat temen-temen terus banyak dapet materi, pokoknya positif gitu” ungkapnya.
Selamat datang di keluarga besar Administrasi Pendidikan Universitas Negeri Malang. Selamat berproses di kampus UM tercinta.

Senin, 28 September 2015


Sejarah Pramuka – Pramuka merupakan kependekan dari Praja Muda Karana yang berarti kaum muda yang suka berkarya. Di Indonesia sendiri penggunaan istilah “Pramuka” baru resmi digunakan pada tahun 1961. Akan tetapi gerakan pramuka sejatinya telah ada sejak jaman penjajahan belanda dengan nama kepanduan. Taukah anda sejarah pramuka di dunia dan di Indonesia? maka simak asal usul pramuka di bawah ini.
sejarah pramuka

SEJARAH PRAMUKA DI DUNIA


Istilah pramuka hanya digunakan di Indonesia sedangkan di dunia pramuka disebut Scout.  Gerakan yang juga disebut Scouting atauScout Movement ini bertujuan untuk pengembangan para pemuda secara fisik, mental, dan spiritual.  Sejarah pramuka di dunia sendiri dimulai pada 25 Juli 1907 ketika Lord Robert Baden Powell saat itu sebagai Letnan Jendral tentara Inggris untuk pertama kalinya mengadakan perkemahan pramuka di pulau Brown Sea, Inggris selama 8 hari. Selanjutnya pada tahun 1908 Baden Powel menulis buku tentang prinsip dasar kepramukaan “Scouting for Boys” yang artinya pramuka untuk laki-laki.
Pada tahun 1912 dengan babtuan adik perempuan Baden Powell bernama Agnes maka terbentuklah organisasi pramuka untuk perempuan dengan sebutan “Girls Guides“. Organisasi kepramukaan perempuan ini pun dilanutkan oleh istri Baden Powell.
Selanjutnya di tahun 1916 di dirikanlah kelompok pramuka siaga dengan nama CUB (anak srigala). Pedoman kegiatan yang dilakukan berdasarkan dari sebuah buku yang berjudul  “The Jungle Book” karangan Rudyard Kipling.
Pada tahun 1918 Baden Powell kembali membentuk Rover Scout, yaitu organisasi pramuka bagi mereka yang telah berusia 17 tahun. Selang empat tahun kemudian yaitu tahun 1922 Powel menerbitkan buku menerbitkan buku ”Rovering To Succes” buku ini menggambarkan seorang pemuda yang harus mengayuh sampannya menuju kepantai bahagia.
Jambore Dunia
Di tahun 1920 merupakan tahun yang sangat berpengaruh dalam sejarah pramuka dimana untuk pertama kalinya di adakan Jambore di dunia. Selain itu tahun ini juga dibentuk Dewan Internasional pramuka yang beranggotakan 9 orang biro dan biro pusat di London. Biro pramuka putra dunia memiliki lima kantor wilayah yaitu Costa Rica, Mesir, Filipina, Swiss, dan Nigeria. Sedangkan untuk putri memiliki lima kantor pusat sekretariat di London dan biro kantor wilayah di Amerika Latin, Arab, Asia Pasifik, dan Eropa.
Jambore Dunia ke-I di laksanakan di Olympia Hall, London. Dalam kegiatan tersebut diundang pula peserta dari 27 Negara dan pada saat itu Baden Powell  diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia (Chief Scout of The World ).
http://www.likethisya.com/sejarah-pramuka.html